Langsung ke konten utama

Kopi, Aroma yang Menawan

pinterest.com
Kopi menjadi suguhan favorit berbagai segmen kalangan untuk beberapa tahun terakhir. Remaja dan dewasa, pria dan wanita dengan rasa yang kini makin beragam jenisnya. Ini juga didukung dengan semakin banyaknya kedai kopi yang bermunculan dengan menawarkan fasilitas yang membuat betah peneguk kopi untuk singgah selama berjam-jam.

Kopi sendiri awalnya ditemukan di Afrika antara 800-850M. Pada saat itu banyak bangsa Afrika terutama Etiopia yang mengonsumsi biji kopi dengan lemak hewan serta anggur. Penemuan biji kopi ini terjadi secara tidak sengaja. Seorang gembala kambing bernama Khalid mengamati gembalaannya tetap terjaga meski sudah larut setelah memakan biji kopi. Ia pun mencoba untuk memakan biji kopi tersebut. Kebiasaan ini pun kemudian terus berkembang sampai akhirnya biji kopi ini menyebar ke Arab dengan teknik penyajian yang lebih maju.

Di Arab sendiri kopi tersebut tidak hanya dimasak, tetapi juga direbus untuk kemudian diambil sarinya. Sayangnya, pada masa ini belum terdapat budidaya tanaman kopi karena Arab selalu mengekspor biji kopoi yang tidak subur kemudian dikeringkan. Barulah pada tahun 1600-an seorang peziarah India bernama Baba Budan berhasil membawa biji kopi yang subur untuk dibudidayakan di luar Arab.

Biji kopi sendiri memiliki 2 varietas utama, yaitu biji kopi robusta dan biji kopi arabica yang mempunyai pasar serta keunggulan masing-masing. Sedangkan di Indonesia selain dua varietas tersebut terdapat lagi satu varietas yang sekarang sudah menembus pasar internasional dengan harga pasar yang tak kalah melangit. Adalah biji kopi luwak seperti kita tahu proses perkembangbiakannya dengan menggunakan media luwak dan kotorannya. Biji kopi ini juga dikatakan rendah kafein karena kafein yang terdapat pada biji kopi tersebut telah diserap oleh luwak yang memakannya.


Jenis Kopi

pinterest.com

Dulu kita hanya mengenal kopi hitam yang berampas pekat yang penyajiannya sederhana. Sekarang dengan semakin berkembangnya industri, kopi tak hanya disajikan dengan tampilan sederhana seperti dulu tapi dipermanis dengan penggunaan susu, krim, serpihan cokelat, sirup cokelat bahkan float. Penyajiannya pun dibuat sedemikian rupa sehingga ada sebutan, Barista yang bertugas sebagai “penata rias” kopi.

Cappucino, Coffee Latte, Mochacino dan masih banyak jenis kopi lainnya yang sering kita jumpai di kedai kopi ternama. Harganya pun beragam sesuai dengan jenis serta topping yang digunakan.




Manfaat Kopi

Seperti yang kita tahu banyak masyarakat yang masih menganggap bahwa mengonsumsi kopi tidak baik bagi kesehatan. Beberapa ilmuwan justru mengatakan bahwa mengonsumsi kopi dapat menekan beberapa penyakit seperti kanker, jantung dan diabetes melitus. Ini semua karena kandungan kafein di dalamnya. Kafein ternyata terbukti dapat menekan perkembangan sel kanker secara bertahap selain itu mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kafein juga terbukti dapat mencegah resiko terhadap penyakit jantung.

Tak hanya kafein, kopi juga mengandung antioksidan dimana zat tersebut memiliki peran dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.


Kopi teman santai, teman kerja, teman terjaga

pinterest.com
Ya, kopi menjadi teman favorit sebagian besar masyarakat saat santai ataupun saat mengerjakan sesuatu. Duduk di kedai kopi atau balkon saat sore yang bermandikan pendar senja. Kopi menjadi pilihan untuk diteguk, karena rasa dan aromanya khas.

Banyak kedai kopi bermunculan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa respon masyarakat terhadap kopi semakin meningkat. Banyak dari masyarakat memilih singgah di kedai kopi untuk sekedar bercengkerama atau diskusi santai, mengerjakan tugas kuliah atau sekolah atau mencari inspirasi.
Di Jakarta saja lebih dari 20 kedai tersebar. Seiring dengan globalisasi, kopi menjadi lifestyle bagi kebanyakan masyarakat metropolitan.

Tak ayal jika dalam sehari seseorang dapat meneguk lebih dari dua cangkir kopi. Tetapi hal tersebut juga dapat mempengaruhi pola hidup mereka. Kebanyakan dari mereka pengonsumsi kopi, menghabiskan waktunya untuk bekerja lebih banyak daripada istirahat.
Pola seperti ini yang mengakibatkan beberapa orang menilai kopi membawa dampak negatif bagi kesehatan, padahal itu semua tergantung dari bagaimana orang tersebut dapat membatasi pengoonsumsian kopi dengan baik. Selain itu juga dengan menjaga pola makan dan olahraga sehingga pola hidup sehat terjaga.

Jadi tak ada salahnya meneguk kopi asal dalam takaran yang telah ditentukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gita Hartanto - Leader Sukses Yang Memulai Dari Nol

Resep Sukses Gita Hartanto Membesarkan Bisnis Tim Amoeba Internasional Nama Amoeba Internasional tidak akan pernah terlepas dari nama Gita ‘Tobing’ Hartanto. Pria kelahiran Jawa Timur ini meraih kesuksesan berkat menjalankan bisnisnya di QNET Indonesia. Seluruh hasil dan kekayaan yang didapatnya hingga hari ini adalah hasil kerja keras. Simak wawancara dengan beliau dalam menceritakan perjalanan hidupnya.

Sebelum bergabung dengan QNET, apa pekerjaan Anda? Dulu saya benar-benar bukan siapa-siapa, tidak memiliki pekerjaan dan keterampilan apapun yang bisa dipakai untuk bekerja di perusahaan. Saya hidup di kota kecil di Jawa Timur bernama Trenggalek. Kala itu kehidupan perekonomian keluarga saya terjerat hutang. Orangtua saya harus bertransmigrasi ke pulau lain demi melunasi hutang yang banyak. Saya ditinggalkan mereka karena saya harus mengurus rumah yang saat itu akan disita oleh Bank. Untuk bertahan hidup, saya harus menjual kopi di pasar dekat rumah. Dalam satu hari, mendapatkan Rp10…